Tradisi Ruwahan Menyatukan Suasana Guyub Rukun

Tradisi Ruwahan Menyatukan Suasana Guyub Rukun

TVRI YOGYAKARTA NEWS – AGUNG NUGROHO-ARIEF HERIAWAN

Masyarakat Kampung Miliran, Muja Muju, Umbulharjo Kota Jogja menggelar tradisi ruwahan dimana, dalam kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh umat muslim namun seluruh umat beragama yang berdomisili di Miliran.

Tradisi ruwahan Kampung Miliran 2025 mampu menyatukan warga dengan suasana guyub dan kerukunan umat beragama yang dikemas dengan kirab budaya ruwahan ngapem bareng tokoh lintas agama serta para tokoh masyarakat. Lurah Muja Muju Aris Sukrisna mengatakan, ruwahan merupakan salah satu adat rutin yang dilaksanakan oleh masyarakat menjelang bulan ramadhan. Kegiatan itu memiliki tujuan mengenang leluhur atau sanak keluarga yang sudah meninggal dunia selain itu tradisi ruwahan yang dilaksanakan di Kampung Miliran dikemas dengan konsep pluralisme. Sehingga tidak hanya diikuti oleh umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa saja. Namun juga umat beragama lain seperti Katolik, Kristen, dan Budha. Tradisi ruwahan juga digelar untuk mendukung predikat kampung rintisan budaya di miliran. Sekaligus meningkatkan solidaritas antar umat beragama yang sampai saat ini hidup rukun di Kampung Miliran.

“Kegiatan dalam rangka ruwahan, kegiatan ini dilakukan setiap tahun menjelang ramadhan, jadi kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan kelurahan yang menjadi kelurahan rintisan budaya” ujar Lurah Muja Muju Aris Sukrisna.

Tradisi ruwahan itu diikuti oleh warga dari 4 RW dan 16 RT di Kampung Miliran, yang menampilkan berbagai kesenian meliputi kirab bregodo, kesenian tari tradisional.

Ruwahan warga Kampung Miliran perwujudan kebulatan tekad mendekatkan diri serta memohon perlindungan dari tuhan yang maha esa dan menjadi momen masyarakat dalam mengekspresikan persamaan hak dan kewajiban antar sesama manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *