TVRI YOGYAKARTA NEWS – PAULUS YESAYA JATI
Di bulan ramadan ini, banyak warga mencari kolang-kaling untuk hidangan berbuka, permintaan camilan kenyal yang terbuat dari biji pohon aren ini meningkat tinggi, menyebabkan para pedagang meraup keuntungan berkalilipat.
Banyaknya warga yang mencari kolang kaling sebagai hidangan berbuka mengakibatkan permintaan camilan kenyal dari biji pohon aren ini melonjak tinggi. Di Pasar Bringharjo Yogyakarta, pedagang kolang-kaling bisa meraup omset berkalilipat, bila pada hari biasa hanya mencapai 1 juta rupiah, dibulan ramadan ini pedagang kolang-kaling mampu meraup untung 3 hingga 5 juta rupiah per hari.
Penjual kolang kaling di Pasar Bringharjo Yogyakarta menyediakan 2 jenis kolang-kaling, kolang-kaling lokal yang berukuran kecil dari Tasikmalaya dan kolang-kaling Medan dengan ukuran yang lebih besar dan lebuh empug. Untuk harga, kedua kolang-ini kaling dipatok sama 12 ribu rupiah per kilogram. Setiap hari di bulan ramadan para penjual menyetok 5 karung kolang-kaling dengan berat 70 kilogram tiap karungnya. Selain kolang-kaling, dilapak ini juga menjual cendol dan cincau dengan harga masing-masing 5 ribu rupiah per kilogram, dimana 2 komuditas ini diambil dari rumah produksi di Gancahan Godean dan Kulonprogo.
“Dari awal sudah laku keras, sehari yang terjual kira-kira 5 karung itu 70 kg” ujar Sumardi, salah seorang penjual kolang-kaling di Pasar Bringharjo Yogyakarta.
Pedagang menyatakan tidak ada kendala pasokan kolang-kaling selama bulan ramadan ini, permintaan kolang-kaling biasanya akan terus meningkat hingga berakhir bulan puasa. Camilan kenyal dari biji pohon aren ini banyak digemari masyarakat diolah menjadi kolak, dawet, atau es buah yang segar untuk pereda dahaga saat berbuka puasa.