TVRI YOGYAKARTA NEWS – TRI HARTANTO
Universitas Islam Indonesia, UII, menyatakan sikap merespon perkembangkan terkini praktik berbangsa dan bernegara. Pernyataan sikap yang digelar dalam kegiatan UII Sorenyastra juga diwarnai pembacaan puisi dari para mahasiswa dan dosen yang menggambarkan situasi masyarakat terkini.
Pernyataan sikap dibacakan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, UII, Fathul Wahid didampingi civitas akademika Universitas Islam Indonesia, UII. Pernyataan sikap ini dikarenakan Universitas Islam Indonesia, UII melihat tanda-tanda kemunduran demokrasi di Indonesia terus bermunculan. Kebebasan berpendapat dan berekspresi semakin terancam dengan meningkatnya kasus intimidasi, ancaman kriminalisasi dan pembungkaman terhadap aktivis, seniman, akademisi, serta jurnalis. Beberapa kasus menunjukkan penggunaan pasal-pasal karet untuk menekan suara-suara kritis dan menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat sipil yang seharusnya dilindungi hak-haknya.publik juga dihadapkan pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak jarang terkesan tergesa-gesa.
“Dan kami mengikhtiarkan secara terbuka mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini didengar, tersambut, dan melantang, harapannya akan ada tindakan nyata untuk merespone kegelisahan supaya kepercayaan rakyat kembali seperti seharusnya” ujar Rektor Universitas Islam Indonesia, UII, Fathul Wahid.
Fathul menambahkan hal ini diperburuk dengan maraknya kasus korupsi yang tidak ditangani secara tegas, serta narasi-narasi yang cenderung mengaburkan fakta dan menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan terbuka.