TVRI YOGYAKARTA NEWS – PAULUS YESAYA JATI
Permintaan labu dan ubi naik selama bulan ramadan di Pasar Bringharjo, Kota Yogyakarta. Hal ini karena, labu dan ubi, banyak diolah untuk menjadi sajian berbuka puasa masyarakat.
Bulan ramadan meningkatkan permintaan umbi-umbian dan buah di Pasar Bringharjo, Kota Yogyakarta, terutama buah labu. Buah labu ini banyak diolah masyarakat menjadi sajian berbuka puasa, seperti campuran kolak. Dalam sehari, pedagang mampu menjual hampir 30 hingga 40 kilogram buah labu, bahkan beberapa hari sebelumnya, ada yang sekali membeli sebanyak 50 kilogram. Untuk satu kilogram labu dibanderol dengan harga 10 ribu rupiah, hanya naik seribu rupiah dari hari biasanya. Meski demikian, pasokannya tak mengalami kesulitan di bulan puasa ini, mulai dari Wonosari Gunungkidul hingga Purworejo, Jawa Tengah. Untuk menarik pembeli, sebagian pedagang memberi potongan harga 2 ribu rupiah, jika membeli dalam jumlah banyak, menjadi 8 ribu rupiah per kilogramnya. Tak hanya labu, di bulan puasa ini, ubi juga menjadi komoditas yang banyak dicari pembelinya, dengan jumlah sebanyak 30 hingga 40 kilogram. Untuk satu kilogram ubi, saat ini dijual seharga 7 ribu rupiah per kilogram, naik seribu rupiah dari hari biasa. Sedangkan stok ubi ini didatangkan dari Temanggung Jawa Tengah, dan Pacitan, Jawa Timur. Di hari puasa, beberapa pembeli juga banyak mencari berbagai jenis buah, yang permintaannya juga meningkat seperti semangka, blewah, pepaya, pisang kepok, melon, dan bengkoang.
“Kebanyakan Cuma 2 kg, kalau untuk pribadi itu 2 kg itu saja dipotong, biasanya labu itu di rebus lalu di potong nanti baru di makan” ujar Supartilah, salah seorang penjual labu.
Penjualan labu, ubi, dan buah-buah-buahan ini terus naik, hingga bulan puasa berakhir. Setelah bulan puasa, pembeli berasal dari pesanan rumah sakit, restoran, dan hotel di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.