TVRI YOGYAKARTA NEWS – PAULUS YESAYA JATI
Jelang lebaran 2025, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, menemukan bus tidak layak jalan dalam inspeksinya di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta. Bus tersebut diduga memalsukan sejumlah dokumen pengecekan kelayakan bus.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua DPP Partai Amanat Nasional itu, meninjau Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, untuk mengecek kesiapan armada angkutan lebaran 2025. Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta dipilih karena, diprediksi menjadi terminal paling sibuk saat lebaran 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain meninjau revitalisasi terminal, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi melakukan inspeksi langsung sejumlah armada bus yang operasional. Di Lapangan, ditemukan 1 unit bus jurusan Purwokerto-Yogya-Solo, tidak layak operasional, karena kelengkapan adminitrasinya tidak memenuhi syarat. Para penumpang, dipersilakan turun dan berganti dengan bus yang lain. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menempelkan stiker larangan operasional bagi bus tersebut. Penyetopan operasional bus ini bertujuan, untuk keselamatan penumpang. Kementerian perhubungan berencana, untuk memanggil perusahaan oto bus, untuk mendapat arahan lebih lanjut. Sedangkan unit bus, diamankan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, untuk dilakukan pembinaan. Terminal Giwangan diminta untuk lebih ketat lagi, dalam pengawasan kelayakan angkutan bus, terutama menjelang masa mudik lebaran.
“Bus yang dibawa, ada 1 bus yang tidak layak untuk beroperasi karena dari segi sisi administrasi ada yang tidak lengkap, itu menjamin keselamatan penumpang dari hal-hal yang tidak di inginkan” ujar Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi.
Kementerian Perhubungan memprediksi lonjakan arus mudik sebesar 146 juta orang pada lebaran 2025. Sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi ada sebanyak 220 ribu kendaraan yang masuk dan keluar saat arus mudik lebaran nanti.