Jelang Lebaran 2025, Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Bapok Naik

Jelang Lebaran 2025, Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Bapok Naik

TVRI YOGYAKARTA NEWS – HERDIAN GIRI

Pemerintah Republik Indonesia, menggelar gerakan pangan murah, untuk menekan kenaikan harga bahan pokok selama ramadan dan jelang lebaran 2025, di Halaman LPP TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, dan LPP TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar gerakan pangan murah. Menurut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Syam Arjayanti, kegiatan ini, digelar sebelum puasa ramadan hingga pascalebaran 2025, di 5 kabupaten, kota, di DIY. Di Kabupaten Sleman, gerakan pangan murah, salah satunya, digelar di Halaman LPP TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menjadi lokasi ke-12 gerakan pangan murah, dan hanya digelar 1 hari, Rabu 19 Maret 2025. Gerakan pangan murah, menyediakan kebutuhan pokok, dengan harga jual lebih murah 2000 rupiah, dibandingkan harga pasaran. Bahan pangan murah itu antara lain, minyak goreng minyakita, yang dijual 14.500 rupiah per liter, gula konsumsi maniskita 15.500 rupiah per-kilogram, dan beras SPHP 56.500 rupiah per 5 kilogram. Selain bahan pokok utama, dalam gerakan pangan murah, juga terdapat produk, dari Asosiasi Pasar Tani Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ini juga masyarakat antusias sekali, masyarakat untuk membeli bahan pangan, karena memang kebutuhan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan Nasional meningkat, tapi harapan kami, masyarakat tidak perlu panic karena bahan pangan tersedia banyak, aman sampai hari besar keagamaan berlangsung, dan kami menyarakan untuk tidak perlu borong panic, karena ketersediaan aman” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Syam Arjayanti.

Warga mengapresiasi positif gerakan pangan murah, karena sebagian harga jual kebutuhan bahan pokok di pasaran naik, selama ramadan dan menjelang lebaran 2025.

Gerakan pangan murah digelar, untuk menjaga stabilitas pasokan, dan harga kebutuhan pokok, selama ramadan dan jelang lebaran 2025, serta menyemarakkan hari jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-270, tahun 2025. Acara ini, juga digelar untuk, memberikan kemudahan akses masyarakat, mendapatkan bahan kebutuhan pokok, dengan harga terjangkau. Di sisi lain, gerakan pangan murah, juga memberikan kesempatan, kepada Asosiasi Pasar Tani Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memasarkan produknya, ke masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *