TVRI YOGYAKARTA NEWS – SETYA BUDI
Penjualan tempe alami daun jati asal Girisubo, Gunungkidul, naik pesat di bulan ramadhan, bahkan berhasil merambah pasar penjualan hingga luar Gunungkidul seperti Kota Yogyakarta dan Kulonprogo.
Momen ramadhan menjadi saat yang paling menggembiarakan bagi para perajin tempe di Kalurahan Balong, Girisubo Gunungkidul. Penjualan harian meningkat pesat dari hari biasa, dan menjadi tambahan penghasilan bagi para perajin. Tiap hari, para ibu yang tergabung dalam kelompok perajin maju makmur ini harus disibukkan aktifitas pembuatan ribuan bungkus tempe yang dipasarkan ke banyak pelanggan. Bahkan sejak awal ramadhan lalu, produk tempe berhasil merambah pemasaran hingga luar Gunungkidul seperti Kota Yogyakarta hingga Kulonprogo mengingat citarasa alaminya serta kemasan jual yang unik. Beberapa perajin mengaku cukup kuwalahan memenuhi banyaknya permintaan, termasuk daun jati bahan utama pembungkus tempe juga harus disiapkan dalam jumlah lebih banyak. Dibuat dengan ragi alami laru daun jati, kualitas tempe bisa tetap terjaga baik hingga 4 hari.
“Saya produksi setiap hari, biasanya 1 pasaran 3x produksi, kemarin sudah ada yang pesan dari luar kota, sebelumnya sudah beli, lalu sekarang beli lagi” ujar Sikem, salah seorang produsen tempe daun jati.
Perajin tempe maju makmur berharap, lebaran mendatang menjadi momen produk mereka bisa dikenal lebih luas, baik oleh perantau yang banyak pulang ke kampung halaman, hingga wisatawan yang ramai berkunjung ke obyek wisata.
Kelompok perajin tempe maju makmur sendiri terbentuk, atas sinergi Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Zakat. Pendampingan produksi terus diberikan untuk peningkatan taraf hidup dan ekonomi warga di Kalurahan Balong.