Ideaksi Pertemukan Inovator Lokal  & Pemangku Kepentingan Jawab Kebutuhan Kelompok Beresiko

Ideaksi Pertemukan Inovator Lokal & Pemangku Kepentingan Jawab Kebutuhan Kelompok Beresiko

TVRI YOGYAKARTA NEWS – OSEANI PUTRI

Yakkum Emergency Unit, YEU menggelar lokakarya pembelajaran ideaksi two point O, kepemimpinan lokal untuk inovasi inklusif dalam penanggulangan bencana. Lokakarya pembelajaran bersama para inovator lokal menghadirkan 15 inovasi dari berbagai wilayah di Yogyakarta.

Lokakarya pembelajaran ideaksi kali ini menjadi tahun yang keempat sejak diluncurkan tahun 2021. Lokakarya dihadiri pemangku kepentingan seperti BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, inovator dan lainnya. Direktur Yakkum Emergency Unit, YEU Yogyakarta, Debora Dian Utami mengatakan, kegiatan bertujuan untuk memfasilitasi dan mengidentifikasi masalah dari potensi dan sumber daya di wilayah masing-masing terkait tantangan kebencanaan. Kegiatan ini juga sebagai ruang dialog penyampaian rekomendasi strategis mencakup penguatan kapasitas kepemimpinan lokal, kebijakan yang lebih adaptif dalam mendukung inovasi penanggulangan bencana inklusif, serta peluang kolaborasi lintas sektor untuk pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat di indonesia. Kegiatan ini tidak hanya untuk inovasi,  tapi mampu menjawab kebutuhan kelompok beresiko.

“Ada koordinasi dan kolaborasi diantara komunitas semakin kuat dengan pemerintah, dan kita ingin komunitas itu tidak hanya penerima manfaat dari program pemerintah, namun juga bisa jadi rekan pemerintah ketika memikirkan di wilayahnya masing-masing ada kendala atau tantangan seperti apa” ujar Direktur Yakkum Emergency Unit, YEU Yogyakarta, Debora Dian Utami.

Saat membuka lokakarya, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY Robertus Ali Sadikin menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai inovasi lokal dari masyarakat. Ia pun mengapresiasi semangat para inovator, salah satunya bisa mengubah lahan menjadi produktif dengan ditanami sayuran yang akan bermanfaat saat terjadi kebencanaan. Dalam pameran inovasi ditampilkan prototipe dari 15 inovator yang terbagi dalam 5 zona yakni edukasi pengurangan resiko bencana, air, ketangguhan terhadap perbahan iklim, ketangguhan respin bencana. Salah satuya   inovasi pagar bumi dan jahit bumi yang membangkitkan kembali pengetahuan lama turun temurun namun disesuaikan kondisi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *