TVRI YOGYAKARTA NEWS – MUCHAMMAD HAFID
Mahasiswa rantau yang berkuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mudik ke kampung halaman. Hal ini salah satunya terpantau dari, padatnya penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta. Salah satu faktor pendorong pemudik menggunakan angkutan udara karena, adanya kebijakan penurunan harga tiket pesawat dari pemerintah.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mencatat, terdapat peningkatan jumlah penumpang angkutan udara domestik, selama periode arus mudik lebaran 2025. Peningkatan ini sejalan dengan, kebijakan penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik, sebesar 13 hingga 14%, yang berlaku selama 15 hari, yakni untuk penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025, dengan periode pembelian tiket mulai 1 Maret hingga 7 April 2025. Kebijakan penurunan harga tiket ini bertujuan untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat yang ingin mudik, serta mendorong peningkatan mobilitas selama masa lebaran. Hal tersebut juga dirasakan raihan penumpang pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta. Mahasiswa asal Pekanbaru, Riau ini, merasakan perbedaan harga tiket pesawat, sehingga dapat meringankan ongkos perjalanan ke kampung halaman.
“Kalau saya biasanya hari biasa lebih murah, daripada mendekati hari H, untuk penurunan harga sangat menurun sekali, biasanya saya beli tiket pesawat dari Yogyakarta ke Pekanbaru di harga 1,9 juta, kalau sekarang saya dapat harga 1,7 juta” ujar Raihan, salah seorang pemudik.
Melalui penurunan harga tiket ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih terjangkau, nyaman, dan aman selama mudik lebaran 2025.