TVRI YOGYAKARTA NEWS – SETYA BUDI
Penjual bunga tabur di jalur mudik utama di Kapanewon Playen, Gunungkidul, berhasil meraup omset jutaan rupiah dalam sehari pada momen lebaran kali ini. Penjual bunga tabur musiman tersebar di beberapa titik, melayani kebutuhan ziarah kubur pemudik yang pulang kampung.
Momen lebaran dimanfaatkan banyak warga di Kapanewon Playen, Gunungkidul, untuk bisa mendapat penghasilan musiman. Di beberapa titik jalur mudik di kapanewon ini, mudah dijumpai penjual bunga tabur menjajakan bunga keperluan ziarah kubur. Dagangan ini laris manis dibeli warga, utamanya para pemudik yang pulang kampung. Di kawasan depan Pasar Playen ini misalnya, puluhan penjual bunga dadakan mengambil beberapa titik lokasi strategis berjualan. Banyak pemudik dengan nomor kendaraan luar Kota Jabodetabek sengaja berhenti dan mampir membeli bunga yang dijajakan. Tradisi ziarah kubur saat lebaran mampu mendongkrak penjualan harian para penjual. Budiningsih salah seorang penjual bunga mengatakan, dalam sehari bisa meraup omset hingga lebih 1 juta rupiah. Berjualan secara dadakan mulai marak dilakukan pada 3 hari sebelum lebaran, dan berakhir sepekan paska lebaran. Harga jual bunga kemasan kecil dibanderol 5.000 rupiah, sementara untuk kemasan keranjang harga jualnya akan lebih tinggi.
“Pendapatannya agak menurun daripada tahun kemarin, diakibatkan mungkin pemudik tahun ini berkurang daripada tahun lalu, yang jual sendiri lebih banyak daripada tahun kemarin, terus kemarin cuacanya juga hujan, jadi membuat bunga cepat rusak dan busuk” ujar Budiningsih, salah seorang penjual bunga tabor.
Selain didatangkan dari boyolali, stok mawar segar juga harus ditambah dari kawasan lain seperti Bandungan, Semarang. Momen lebaran, harga kulakan bunga mawar diakui pedagang melonjak tajam, mencapai satu juta rupiah untuk satu kemasan isi 4 kilogram mawar segar.