TVRI YOGYAKARTA NEWS – ADHITYA PUTRATAMA
Puluhan diaspora keturunan jawa yang berasal dari sejumlah negara, menggelar kongres diaspora intrenasional global di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kongres tahunan ini, para peserta kongres menekankan pentingnya melestarikan budaya yang diajarkan oleh para leluhur mereka.
Seperti inilah momen ketika salah satu peserta kongres asal Suriname menyampaikan sambutan pembuka, dalam acara kongres diaspora Internasional global menggunakan bahasa jawa. Peserta tersebut terlihat cukup fasih menggunakan bahasa jawa, untuk menyampaikan sambutan di hadapan para peserta kongres. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang selalu diselenggarakan di lingkungan keraton, kongres diaspora pada tahun ini digelar di Bangsal Sewoko Projo Kabupaten Gunungkidul. Kongres diaspora ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya, sebagai upaya untuk memelihara silaturahmi antar warga keturunan jawa, yang saat ini tinggal di berbagai negara. Seusai kongres, para peserta kemudian bergegas menuju sejumlah stand UMKM warga lokal yang sudah disediakan, untuk berbelanja produk produk yang akan dibawa pulang sebagai cinderamata. Layaknya warga lokal, para peserta kongres juga melakukan tawar menawar harga dengan para penjual barang.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan, digelarnya kongres di Gunungkidul merupakan salah satu kesempatan untuk mendorong pangsa pasar UMKM lokal, dengan menjalin kerjasama dengan para diaspora yang tinggal di luar negeri.
“Harapannya kita bisa ada kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan diaspora yang tersebar di beberapa Negara, kami diskusi dengan Kanjeng Wironegoro dan Kepala Kundha Kabudayan kita mengenalkan produk-produk dari Kabupaten Gunungkidul harapannya tidak terputus di hari ini kita membeli tetapi pak wakil bupati saya minta untuk meminta nomor telepon ketua paguyubannya nanti siapa tau kedepan bisa ada tidak lanjut kerjasama dengan kami” ujar Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.
Dalam kongres diaspora ini juga ditekankan kepada seluruh warga keturunan jawa yang tinggal di negara lain, untuk tidak serta merta meninggalkan tradisi budaya yang diajarkan oleh para leluhur mereka.
